Sektor Berikut Berpotensi Diguyur Investasi New Development Bank

26 Maret, 2025 12:30 WIB

Penulis:Muhammad Imam Hatami

Editor:Ananda Astridianka

about-ndb-banner-scaled.jpg
New Development Bank

JAKARTA - Indonesia resmi bergabung dengan New Development Bank (NDB), lembaga keuangan yang didirikan oleh negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. 

Keanggotaan baru tersebut langsung disambut berbagai peluang investasi, terutama dalam sektor infrastruktur dan energi terbarukan. 

"Dalam hal ini, NDB juga ingin berpartisipasi dalam pendanaannya, terutama pada proyek-proyek tadi sudah sampaikan, seperti renewable energy, infrastruktur, dan yang lain-lain," jelas Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis, 26 Maret 2025.

Keputusan Indonesia untuk bergabung dengan NDB didorong oleh keinginan memperkuat hubungan dengan negara-negara BRICS serta mendapatkan akses pendanaan dengan biaya lebih rendah. Presiden Prabowo Subianto melihat langkah ini sebagai strategi mempercepat pembangunan nasional. 

Deretan Proyek Strategis yang Dilirik

Setelah resmi bergabung, Indonesia langsung mendapatkan perhatian dari NDB terkait pendanaan proyek strategis. Beberapa sektor yang akan dipinang antara lain energi terbarukan untuk mendukung transisi Indonesia ke penggunaan energi bersih.

Proyek yang dilirik di sektor tersebut meliputi pembangkit listrik tenaga surya dan angin, infrastruktur dan logistik untuk meningkatkan efisiensi transportasi dan konektivitas di berbagai daerah, serta konversi sampah menjadi energi dengan pengelolaan limbah berbasis teknologi untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kapasitas listrik nasional.

Sebelum bergabung, Indonesia telah menerima undangan resmi dari NDB. Proses ini melalui berbagai pembicaraan intensif antara pihak NDB dan Kementerian Keuangan. Presiden Prabowo akhirnya mengesahkan keputusan untuk menjadi anggota penuh, membuka akses Indonesia terhadap berbagai sumber pendanaan baru. 

Dengan status keanggotaan ini, Indonesia berpotensi mendapatkan manfaat strategis, di antaranya akses pendanaan berbiaya rendah dengan rating kredit NDB yang baik memungkinkan Indonesia memperoleh pinjaman dengan bunga lebih ringan dan syarat lebih fleksibel.

Selain itu Indonesia berpeluang mendapatkan investasi lebih besar karena NDB siap membiayai proyek infrastruktur dan energi di Indonesia, serta melakukan transfer teknologi dan pengalaman dari negara-negara anggota NDB yang memiliki pengalaman luas dalam pengelolaan proyek strategis.

"Karena dengan adanya NDB ini yang mempunyai rating sangat baik, itu apabila masuk ke Indonesia dan bersama-sama investasi di Indonesia juga, dari segi pendukungannya akan menekan cost of fund dari proyek-proyek kita yang ada," jelas Rosan.

Dalam waktu dekat, pemerintah akan mengidentifikasi proyek-proyek spesifik yang akan dibiayai NDB. Selain itu, Indonesia akan mengirim delegasi untuk mempelajari implementasi proyek di negara-negara anggota NDB lainnya. 

Tahap akhir dari kerja sama ini adalah finalisasi investasi dan eksekusi proyek di tanah air. Keanggotaan di NDB diharapkan dapat mempercepat pembangunan nasional serta meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.