Nasional
01 April, 2025 14:06 WIB
Penulis:Idham Nur Indrajaya
Editor:Amirudin Zuhri
JAKARTA - Harga logam mulia atau emas Antam terus mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan data terbaru per Selasa, 1 April 2025, harga emas Antam bergerak di kisaran Rp1.524.000 hingga Rp1.806.000 per gram. Kenaikan ini menunjukkan pertumbuhan sekitar 18,5% sejak awal tahun, menjadikannya salah satu performa terbaik di pasar komoditas.
Sebagai perbandingan, jika seseorang membeli emas sebanyak 10 gram pada awal tahun dengan harga Rp1.524.000 per gram, maka nilai tabungan emasnya kini telah bertambah sekitar Rp2.820.000 dalam kurun waktu tiga bulan. Harga emas hari ini juga telah memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, mengalahkan rekor sebelumnya di Rp1.792.000 per gram.
Kenaikan harga emas tidak hanya disebabkan oleh faktor permintaan pasar, tetapi juga dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik global dan kebijakan ekonomi internasional. Menurut pengamat emas, Ibrahim Assuaibi, kondisi ini membuat investor semakin tertarik pada emas sebagai aset safe haven.
Salah satu pemicu utama kenaikan harga emas adalah kebijakan tarif baru yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Mulai 2 April 2025, AS akan mengenakan tarif sebesar 25% terhadap semua importir dari negara-negara yang membeli minyak atau gas dari Venezuela. Kebijakan ini memicu kekhawatiran akan gangguan dalam rantai pasokan minyak global, yang pada akhirnya membuat investor beralih ke aset yang lebih aman seperti emas.
"Trump akan mengenakan tarif 25% terhadap semua importir dari negara-negara yang membeli minyak atau gas dari Venezuela mulai 2 April. Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi gangguan dalam rantai pasokan minyak,” ujar Ibrahim kepada awak media, dikutip Selasa, 4 April 2025.
Selain itu, ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada kembali memanas. Trump mengumumkan tarif sebesar 25% untuk mobil dan suku cadang asal Kanada, yang kemudian dibalas oleh Kanada dengan kebijakan serupa di sektor otomotif. Konflik ini semakin memperburuk ketidakpastian ekonomi global dan menjadi faktor lain yang mendorong kenaikan harga emas.
Menurut Ibrahim, "Kita tahu bahwa Trump akan mengenakan tarif sebesar 25% untuk mobil dan suku cadang dari Kanada pada 2 April. Perdana Menteri Kanada pun menegaskan bahwa perdagangan antara kedua negara yang sudah berlangsung lama kini menghadapi tantangan besar."
Di luar perang dagang, ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan harga emas. Konflik di kawasan tersebut yang terus bereskalasi menambah ketidakpastian global, sehingga investor semakin memilih emas sebagai instrumen investasi yang lebih aman.
"Kecaman dari PBB serta negara-negara di Timur Tengah membuat tensi politik semakin meningkat. Kondisi ini menambah tekanan terhadap perekonomian global dan membuat investor cenderung mencari aset yang lebih aman, seperti emas,” kata Ibrahim.
Dengan berbagai faktor fundamental yang masih mendukung kenaikan harga emas, para analis memperkirakan tren bullish ini akan terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan. Kenaikan harga emas yang stabil memberikan peluang bagi investor untuk mengamankan portofolio mereka di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Bagikan
Nasional
2 jam yang lalu
Nasional
12 jam yang lalu