logo
Ikuti Kami di:

Polusi Udara Jakarta Pasca-Lebaran 2025: Tantangan Berulang Meski Pemudik Belum Kembali

Polusi Udara Jakarta Pasca-Lebaran 2025: Tantangan Berulang Meski Pemudik Belum Kembali
Ilustrasi polusi. (Pexels)
Idham Nur Indrajaya03 April, 2025 21:22 WIB

JAKARTA - Meski jumlah penduduk di ibu kota berkurang akibat arus mudik Lebaran 2025, Jakarta masih menghadapi tantangan serius terkait kualitas udara. Berdasarkan data dari IQAir pada Kamis, 3 April 2025, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada dalam kategori 'sedang' dengan angka 69. Konsentrasi polutan PM 2,5 tercatat mencapai 19 mikrogram per meter kubik, atau 3,8 kali lebih tinggi dari ambang batas tahunan yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

PM 2,5 merupakan partikel halus yang berasal dari debu, asap, dan jelaga. Polutan ini dapat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru kronis.

Dampak Kesehatan dan Upaya Mitigasi
Paparan jangka panjang terhadap PM 2,5 telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit serius, termasuk gangguan pernapasan dan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok sensitif. Beberapa langkah mitigasi yang dapat dilakukan meliputi:

  • Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
  • Menutup jendela untuk mencegah polusi masuk ke dalam rumah.
  • Menggunakan alat pembersih udara guna mengurangi paparan polutan di dalam ruangan.

Baca Juga: Angka Kecelakaan Turun Signifikan saat Mudik Lebaran 2025

Tren Kualitas Udara Dibandingkan Tahun Lalu
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada musim mudik 2024, kualitas udara Jakarta menunjukkan sedikit perbaikan. Meskipun demikian, tingkat polusi udara di ibu kota masih dalam kategori yang mengkhawatirkan bagi kesehatan masyarakat.

Faktor cuaca menjadi salah satu penentu utama kualitas udara selama musim mudik. Pada tahun lalu, minimnya curah hujan menyebabkan polutan bertahan lebih lama di atmosfer. Sementara itu, pada Lebaran tahun ini, kondisi cuaca yang lebih mendukung sedikit membantu mengurangi akumulasi polusi.

Jakarta Masih Masuk Daftar Kota dengan Udara Terburuk
Meski terjadi sedikit perbaikan, Jakarta tetap masuk dalam lima besar kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada H+2 Lebaran 2025. Berikut peringkat kota-kota dengan kualitas udara terburuk:

  1. Depok, Jawa Barat (AQI 142)
  2. Tangerang Selatan (AQI 102)
  3. Bandung (AQI 71)
  4. Surabaya (AQI 71)
  5. Jakarta (AQI 69)

Secara global, Jakarta berada di peringkat ke-18 dalam daftar kota paling berpolusi di dunia pada hari yang sama. Posisi ini berada di bawah Incheon, Korea Selatan, tetapi di atas Guangzhou, Tiongkok. Sementara itu, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia saat ini adalah Baghdad (Irak), Kathmandu (Nepal), Delhi (India), dan Lahore (Pakistan).