Transportasi dan Logistik
03 April, 2025 07:09 WIB
Penulis:Idham Nur Indrajaya
Editor:Ananda Astridianka
JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengumumkan kabar baik terkait arus mudik Lebaran 2025, yakni turunnya angka kecelakaan lalu lintas dan jumlah korban meninggal dunia. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memberikan apresiasi tinggi kepada Polri atas keberhasilan menekan angka kecelakaan secara signifikan.
Menhub Dudy menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari sinergi kuat antara berbagai pihak, termasuk Korlantas Polri, pemerintah daerah, kementerian terkait, serta pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini telah dimulai sejak awal tahun 2025 untuk memastikan arus mudik berjalan aman, nyaman, dan lancar.
"Alhamdulillah, kami mencatat penurunan signifikan dalam jumlah kecelakaan dan korban meninggal dunia selama periode arus mudik tahun ini. Ini hasil kerja keras bersama antara Kementerian Perhubungan, Kepolisian Republik Indonesia, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait," ujar Menhub Dudy melalui keterangan di situs resmi Kemenhub, dikutip Kamis, 3 April 2025.
Data Kecelakaan Menunjukkan Tren Positif
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Inspektur Jenderal Polisi Agus Suryonugroho menyebutkan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat 2025 terlihat jelas dari data yang menunjukkan penurunan signifikan jumlah kecelakaan.
Sejak operasi dimulai pada 23 Maret hingga 2 April 2025, jumlah kecelakaan turun dari 2.152 kasus pada tahun sebelumnya menjadi 1.477 kasus, atau mengalami penurunan sebesar 31,37%. Tidak hanya itu, jumlah korban meninggal dunia juga berkurang drastis dari 324 korban pada 2024 menjadi 223 korban pada 2025, yang berarti turun sebesar 32%.
Baca Juga: Daftar Tarif Tol Pulau Jawa Saat Arus Balik Lebaran 2025
Kakorlantas memastikan bahwa strategi pengamanan arus balik Lebaran 2025 telah dipersiapkan secara matang. Berbagai upaya seperti rekayasa lalu lintas dengan sistem one way, contraflow, serta pengalihan arus telah disusun untuk mengurai kepadatan di jalur utama.
Faktor Kesuksesan Pengurangan Kecelakaan
Menhub Dudy menyoroti beberapa faktor utama yang berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan selama arus mudik. Kesadaran masyarakat yang semakin tinggi dalam menggunakan sabuk pengaman dan helm, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, serta perencanaan perjalanan yang lebih fleksibel turut berperan dalam meningkatkan keselamatan.
Selain itu, pemanfaatan moda transportasi umum juga menjadi faktor penting dalam mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan raya. Berbagai kebijakan yang diterapkan, seperti program mudik gratis, diskon tarif tol, serta penurunan harga tiket pesawat, terbukti efektif dalam mengurangi kepadatan dan risiko kecelakaan.
Ajakan untuk Terus Meningkatkan Keselamatan
Menhub mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya menjaga keselamatan selama periode mudik dan arus balik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
"Keamanan dan keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita terus jaga keselamatan kita dan orang lain di jalan raya dengan selalu mematuhi aturan dan menjaga kewaspadaan. Mari kita saling respek," tegas Menhub Dudy.
Ia berharap keberhasilan tahun ini menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus meningkatkan sistem transportasi dan keselamatan lalu lintas di masa mendatang. Dengan berbagai kebijakan inovatif dan kerja sama yang solid, arus mudik dan balik Lebaran di tahun-tahun berikutnya diharapkan semakin lancar dan aman bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Bagikan
Transportasi dan Logistik
2 jam yang lalu
Transportasi dan Logistik
2 hari yang lalu