logo
Ikuti Kami di:

Chandra Asri (TPIA) Resmi Caplok Shell Energy and Chemicals Park di Singapura

Chandra Asri (TPIA) Resmi Caplok Shell Energy and Chemicals Park di Singapura
Nelayan mengumpulkan sampah di pesisir pantai Anyer, Cilegon, Banten, Kamis, 30 Juni 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
Ananda Astri Dianka04 April, 2025 08:02 WIB

JAKARTA - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan Glencore mengumumkan telah selesai mengakuisisi saham Shell Singapore Pte. Ltd. (SSPL) di Shell Energy and Chemicals Park (SECP) (kini menjadi Aster Energy and Chemicals Park), di Singapura.

Akuisisi ini dilakukan melalui CAPGC Pte. Ltd., perusahaan patungan antara Chandra Asri Capital Pte. Ltd., anak usaha Chandra Asri Group, dan Glencore Asian Holdings Pte. Ltd, yaitu anak usaha Glencore. Kesepakatan ini diselesaikan melalui pembelian saham di Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (Aster), anak usaha yang sepenuhnya dimiliki oleh Shell Singapore Pte. Ltd.

Dalam keterbukaan informasi, TPIA menyatakan bahwa pada 1 April 2025, CAPGC Pte. Ltd. telah membayar nilai transaksi akuisisi sebesar US$2,1 miliar kepada Shell Singapore Pte. Ltd. Sebagai pemegang saham mayoritas CAPGC, TPIA menyetor modal sebesar US$586,76 juta untuk mendukung pembayaran transaksi dan pengembangan usaha Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (ACE) di masa mendatang. 

“Akuisisi ini menandai pencapaian penting bagi Chandra Asri Group dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia serta mendukung pertumbuhan industri kimia nasional. Dengan memperluas jejak strategis melalui Aster, kami memastikan ketersediaan sumber daya vital bagi negara serta berkontribusi pada stabilitas ekonomi jangka panjang dan daya saing global Indonesia. Sebagai mitra pertumbuhan, kami berharap dapat bekerja sama erat dengan para mitra kami untuk mendorong inovasi, keunggulan operasional, dan pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang," kata Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra.

Akuisisi ini mencakup fasilitas kilang minyak dan petrokimia yang terletak di Pulau Bukom dan Pulau Jurong, Singapura. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi bahan bakar minyak sebesar 237.000 barel per hari dan produksi etilena sebesar 1 juta ton per tahun. Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi TPIA dari 4,2 juta ton menjadi 8,5 juta ton per tahun, serta memperkuat posisi perusahaan di industri petrokimia Asia Tenggara. 

Chandra Asri mengungkapkan bahwa akuisisi ini akan memungkinkan perusahaan untuk mengintegrasikan keunggulan bisnis dari para pemegang sahamnya, termasuk memanfaatkan pasokan minyak mentah dari Thai Oil Public Company Limited dan The Siam Cement Public Company Limited. Selain itu, integrasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku petrokimia dan meningkatkan efisiensi operasional.

Dengan akuisisi ini, Chandra Asri berkomitmen untuk mendukung ketahanan energi dan industri kimia nasional Indonesia, serta berkontribusi dalam program hilirisasi yang dijalankan pemerintah. Perusahaan berharap dapat memenuhi kebutuhan domestik untuk produk seperti Mono Ethylene Glycol (MEG), yang penting bagi industri tekstil nasional.