Bagikan:
Bagikan:
JAKARTA - Sebanyak 225.400 unit kendaraan dan 885.828 penumpang telah menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sepanjang periode 21–31 Maret 2025,
Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik, pemerintah melakukan pengaturan ketat terhadap distribusi kendaraan dan penumpang di pelabuhan.
Selama mudik lebaran kali ini, pelabuhan Bakauheni tetap menjadi pelabuhan utama untuk mobil pribadi, sepeda motor, dan bus, dengan kapasitas parkir hingga 6.000 kendaraan serta layanan tiket daring melalui aplikasi Ferizy.
Pelabuhan ini juga beroperasi 24 jam dan mengalami puncak okupansi antara pukul 12.00 hingga 16.00 WIB.
Selain itu, pelabuhan dermaga WIKA Beton disiapkan khusus untuk sepeda motor dengan kapasitas 200 kendaraan besar atau 400 kendaraan kecil. Sistem tiket di pelabuhan juga telah menggunakan Ferizy.
Untuk angkutan barang, pemerintah mengarahkan kendaraan ke Pelabuhan BBJ Muara Pilu dengan sistem tiket manual dan kapasitas parkir mencapai 1.070 kendaraan.
Guna memperlancar distribusi kendaraan, Jalan Tol Bakauheni - Terbanggi Besar sepanjang 140,4 kilometer menjadi jalur vital. Tol yang kini dikelola PT Bakauheni Terbanggi Besar (INA) telah dilengkapi 11 gerbang tol, 289 kamera CCTV, 26 papan informasi variabel (VMS), serta fasilitas pemantauan lainnya.
Selain tol, jaringan jalan nasional di Provinsi Lampung juga disiapkan dengan total panjang 1.292,21 kilometer. Dari jumlah tersebut, 93,75 persen berada dalam kondisi mantap.
Pemerintah juga mewaspadai potensi kemacetan akibat pasar tumpah yang tersebar di enam titik, yakni Liwa, Krui, Tulang Bawang, Bandar Jaya, Natar, dan Pringsewu.
Kemacetan juga berpotensi muncul di kawasan wisata Slanik Waterpark, sejumlah Pantai, dan sejumlah museum. Pasar tumpah umumnya menyebabkan kemacetan pada pagi hari pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.
Dari sisi angkutan darat, Terminal Tipe A Rajabasa di Bandar Lampung tetap beroperasi penuh 24 jam, melayani angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) ke 15 kabupaten/kota.
Sementara itu, Terminal Betan Subing masih belum dioperasikan. Beberapa Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) juga difungsikan sebagai rest area, seperti UPPKB Way Urang yang aktif, dan dua lainnya yakni Belambangan Umpu serta Simpang Pematang yang belum beroperasi penuh.
Guna mendukung mobilitas penumpang, ratusan bus AKAP juga dikerahkan. Tercatat 97 bus melayani rute Bengkulu dan Padang, 66 bus untuk OKU dan Lahat, 445 bus ke arah Palembang hingga Aceh, serta 196 bus dari dan menuju Pulau Jawa.
Untuk pemudik sepeda motor, pemerintah merekomendasikan dua jalur utama, yakni Lintas Tengah menuju Bandar Lampung, Terbanggi Besar, dan Kotabumi, serta Lintas Barat ke arah Pringsewu, Kota Agung, dan Bengkunat.
Dari sisi armada laut, sebanyak 73 kapal disiagakan, dengan 67 kapal siap beroperasi. Enam di antaranya merupakan kapal eksekutif dengan waktu tempuh sekitar 60 menit, sementara sisanya kapal reguler yang menempuh waktu sekitar 90 menit. Rata-rata setiap hari terdapat 31 hingga 42 kapal yang beroperasi.
Sementara itu, pasca-Lebaran, Pelabuhan Ciwandan di Banten tidak lagi difungsikan untuk arus balik. Pelabuhan ini kini diarahkan sebagai akses menuju kawasan wisata dan hanya dioperasikan secara terbatas pada malam hari.
Pemerintah berharap koordinasi antarlembaga, optimalisasi pelabuhan, kesiapan jalur darat, dan penyediaan armada yang memadai dapat memastikan kelancaran arus balik Lebaran 2025, sekaligus menjaga kenyamanan dan keselamatan para pemudik.