logo
Ikuti Kami di:

Negara Pemilik Aset Kripto Terbanyak di Dunia, Indonesia Masuk!

Negara Pemilik Aset Kripto Terbanyak di Dunia, Indonesia Masuk!
Ilustrasi aset kripto Bitcoin.
Distika Safara Setianda27 Maret, 2025 14:01 WIB

JAKARTA – Adopsi mata uang kripto telah berkembang pesat dalam satu dekade terakhir, dengan keterlibatan individu, lembaga, bahkan pemerintah dalam memasuki ruang aset digital.

Negara dengan populasi yang paham teknologi mendominasi kepemilikan kripto, sementara beberapa pemerintah juga mengakumulasi cadangan Bitcoin dan aset digital lainnya.

Berikut negara-negara dengan jumlah pemegang kripto terbanyak serta peran pemerintah dalam menyimpan aset digital, beserta dampaknya terhadap lanskap kripto global. Yuk, simak artikel berikut!

  • Baca Juga: Bitcoin Beranjak Pulih di Akhir Kuartal I 2025, Sinyal Bullish Menguat?

Negara dengan Jumlah Pemegang Mata Uang Kripto Terbanyak

Dilansir dari Graphliq, berikut negara teratas dengan penduduk yang memegang mata uang kripto terbanyak di dunia:

1. India

India menjadi negara dengan jumlah pemegang mata uang kripto terbesar di dunia, mencapai sekitar 103 juta orang atau 7,23% dari total populasi.

Keunggulan ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk populasi muda yang melek teknologi, luasnya penggunaan internet seluler, serta minat yang tinggi terhadap investasi alternatif.

Meskipun masih menghadapi ketidakjelasan regulasi, India tetap berkembang sebagai pusat kripto, didukung oleh investor ritel yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka dan melindungi aset dari inflasi.

2. China

China memiliki sekitar 58 juta pemegang mata uang kripto, yang setara dengan 4,08% dari total populasi. Meskipun pemerintah telah melarang perdagangan dan penambangan kripto, warga tetap terlibat dalam aset digital melalui platform terdesentralisasi dan bursa luar negeri.

Selain itu, inisiatif mata uang digital bank sentral (CBDC) China mencerminkan pengakuan negara terhadap potensi teknologi blockchain.

3. Amerika Serikat

Amerika Serikat memiliki sekitar 45 juta pemegang mata uang kripto, atau sekitar 13,22% dari total populasi. Dengan sistem keuangan yang maju dan meningkatnya penerimaan kripto oleh institusi serta bisnis arus utama, negara ini menjadi pasar utama untuk adopsi aset digital.

Regulasi yang kuat di AS telah mendorong inovasi sekaligus meningkatkan keamanan, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan industri kripto.

4. Vietnam

Vietnam menonjol dengan salah satu tingkat adopsi mata uang kripto tertinggi per kapita. Sekitar 20,54% dari populasinya, atau sekitar 20 juta orang, memiliki aset kripto. Pertumbuhan ini didorong oleh ekosistem fintech yang berkembang pesat, meningkatnya pemahaman tentang teknologi blockchain, serta penggunaan kripto yang luas untuk remitansi dan transaksi pembayaran.

5. Pakistan

Di Pakistan, sekitar 15 juta orang atau 6,4% dari populasi memiliki mata uang kripto. Tantangan ekonomi serta keterbatasan akses ke layanan keuangan tradisional mendorong adopsi aset digital sebagai alternatif investasi. Lonjakan minat kripto yang didorong oleh generasi muda menunjukkan potensi Pakistan sebagai pemain utama di pasar kripto global.

6. Filipina

Filipina memiliki sekitar 15 juta pemegang mata uang kripto, atau sekitar 13,02% dari total populasi. Tingginya tingkat adopsi didorong oleh ketergantungan pada remitansi serta semakin luasnya penggunaan solusi berbasis blockchain untuk menekan biaya transaksi. Upaya bank sentral dalam mengatur dan mendorong penggunaan kripto semakin memperkuat posisi negara ini di pasar aset digital.

7. Brasil

Brasil memiliki lebih dari 15 juta pemegang mata uang kripto, atau sekitar 6,98% dari total populasi. Minat terhadap aset digital didorong oleh tingginya inflasi dan upaya mencari alternatif investasi. Otoritas regulasi di negara ini tengah merumuskan aturan yang lebih jelas untuk operasional kripto, menandakan kesiapannya dalam mengadopsi teknologi blockchain.

8. Nigeria

Nigeria memiliki sekitar 13 juta pemegang mata uang kripto atau 5,75% dari total populasi. Sebagai ekonomi terbesar di Afrika, negara menjadi pelopor dalam adopsi kripto di benua tersebut. Keterbatasan akses ke layanan perbankan tradisional mendorong masyarakat untuk memanfaatkan aset digital sebagai alat pembayaran, tabungan, dan remitansi.

9. Indonesia

Indonesia memiliki sekitar 13 juta pemegang mata uang kripto atau 4,55% dari total populasi. Pertumbuhan pasar kripto di negara ini didorong oleh demografi muda serta meningkatnya adopsi teknologi. Selain itu, upaya pemerintah dalam mengatur dan mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam perekonomian semakin mendorong adopsi aset digital.

10. Iran

Sekitar 12 juta warga Iran atau 13,46% dari populasi, terlibat dalam mata uang kripto. Iran memanfaatkan kripto sebagai alternatif untuk mengatasi sanksi ekonomi, dengan pemerintah mendukung aktivitas penambangan serta mengeksplorasi solusi keuangan berbasis blockchain.