logo
Ikuti Kami di:

Kunjungan Wisatawan ke Pantai Selatan Anjlok pada Lebaran 2025

Kunjungan Wisatawan ke Pantai Selatan Anjlok  pada Lebaran 2025
Warga memadati kawasan wisata Pantai Lagoon, Taman Impian Jaya Ancol. Pihak Ancol Taman Impian sendiri memprediksi pengunjung bisa mencapai sebanyak 80 ribu, jumlah itu berpotensi terus bertambah hingga akhir libur Lebaran. Jumat 12 April 2024 Foto : Panji Asmoro/TrenAsia
Muhammad Imam Hatami02 April, 2025 07:04 WIB

JOGJA - Jumlah wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata pantai selatan Bantul pada hari pertama Lebaran 2025 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Bantul, sebanyak 5.593 wisatawan tercatat mengunjungi pantai selatan Bantul pada tanggal 31 Maret 2025. 

"Data kunjungan wisatawan pada Hari Idul Fitri 1446 Hijriah (Senin (31/3) hingga 20.00 WIB tercatat 5.593 orang," jelas Sub Koordinator Kelompok Subtansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Aji di Bantul, Selasa, 1 April 2025.

Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 12% dibandingkan dengan Lebaran 2024, yang mencatat 6.345 kunjungan wisatawan pada hari pertama. Penurunan jumlah wisatawan ini turut berdampak pada penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi wisata. 

"Kunjungan wisatawan menurun 12 persen dibanding Lebaran hari pertama di tahun 2025 yang sebanyak 6.345 orang," tambah Markus.

Pada hari pertama Lebaran 2025, penerimaan dari retribusi wisatawan mencapai Rp80,5 juta. Meskipun angka tersebut masih tergolong tinggi, tren penurunan ini menjadi perhatian bagi pengelola wisata di daerah tersebut.

Penurunan Kunjungan Selama Periode Cuti Lebaran

Tren penurunan jumlah wisatawan tidak hanya terjadi pada hari pertama Lebaran, tetapi juga selama periode cuti Lebaran 2025. Dalam rentang waktu 27-31 Maret 2025, jumlah wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan Bantul tercatat sebanyak 12.069 orang. 

Angka tersebut turun signifikan sebesar 36% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang mencapai 18.989 wisatawan.

Sejalan dengan penurunan jumlah kunjungan, penerimaan PAD dari retribusi wisatawan selama periode cuti Lebaran juga mengalami penurunan. 

Total pendapatan yang diperoleh dari retribusi wisatawan dalam lima hari tersebut mencapai Rp173,7 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan penerimaan tahun sebelumnya.

Meskipun terjadi penurunan jumlah wisatawan, Pantai Parangtritis dan Pantai Depok masih menjadi destinasi favorit bagi wisatawan selama libur Lebaran. Kedua pantai ini tetap menarik minat pengunjung karena pesona alamnya yang khas serta berbagai fasilitas yang tersedia untuk wisatawan.

Di Pantai Parangtritis, wisatawan masih bisa menikmati pemandangan matahari terbenam yang indah, bermain pasir, hingga menaiki bendi yang ditawarkan oleh warga setempat. Sementara itu, Pantai Depok tetap menjadi tujuan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati kuliner seafood segar di warung-warung yang berjajar di sepanjang pantai.

Upaya Pengelola Wisata dalam Mengantisipasi Kunjungan

Untuk memastikan kelancaran aktivitas wisatawan selama libur Lebaran, Dinas Pariwisata Bantul telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penempatan 13 titik Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) sementara di beberapa lokasi strategis. Langkah ini bertujuan untuk memperlancar arus masuk wisatawan dan mengoptimalkan penerimaan retribusi.

Selain itu, pengelola wisata juga meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait, seperti Dinas Perhubungan dan kepolisian, untuk mengatasi potensi kemacetan serta memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Tim SAR juga disiagakan di beberapa titik rawan, terutama di kawasan pantai yang memiliki ombak besar.

Meskipun jumlah wisatawan mengalami penurunan pada awal libur Lebaran, Dinas Pariwisata Bantul tetap optimistis bahwa jumlah kunjungan masih akan bertambah hingga akhir masa libur. Namun, diperkirakan jumlah wisatawan tahun ini tidak akan melebihi angka kunjungan pada tahun sebelumnya.

Faktor cuaca dan kondisi ekonomi masyarakat menjadi beberapa variabel yang turut mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan. Beberapa wisatawan yang biasanya memilih destinasi pantai kini juga mulai beralih ke destinasi wisata alternatif lainnya di Yogyakarta dan sekitarnya.

Dinas Pariwisata Bantul terus berupaya meningkatkan daya tarik wisata daerah, termasuk dengan menghadirkan berbagai acara dan festival untuk menarik minat wisatawan. Diharapkan, dengan strategi yang tepat, sektor pariwisata di Bantul dapat kembali pulih dan mengalami peningkatan di masa mendatang.