logo
Ikuti Kami di:

7 Cara Bikin Ketupat Empuk dan Awet, Anti Gagal!

7 Cara Bikin Ketupat Empuk dan Awet, Anti Gagal!

Pedagang kulit ketupat musiman menggelar dagangannya di kawasan Pesanggerahan, Jakarta Selatan, Senin, 10 Mei 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

undefined
Distika Safara Setianda28 Maret, 2025 22:01 WIB

JAKARTA – Lebaran tak lengkap jika tanpa ketupat. Ketupat merupakan hidangan khas yang telah menjadi tradisi turun-temurun bagi umat Islam saat merayakan Lebaran.

Hidangan berbahan dasar beras yang dibungkus dengan janur (daun kelapa muda) ini memiliki makna simbolis dan menjadi hidangan pelengkap untuk berbagai menu, seperti opor ayam, rendang, dan sambal goreng kentang.

Di sisi lain, membuat ketupat cukup mudah asal tahu triknya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat membuat ketupat agar hidangan itu empuk dan awet. Bagaimana caranya? Yuk, simak artikel berikut!

Cara Membuat Ketupat Empuk dan Awet

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa cara membuat ketupat empuk, enak dan awet:

1. Pilih Daun Kelapa yang Masih Muda

Pilihlah anyaman ketupat yang menggunakan daun kelapa muda atau berwarna hijau cerah, karena dapat membantu mencegah beras tumpah selama proses memasak. Selain itu, daun kelapa muda lebih lentur sehingga tidak mudah rusak atau patah saat direbus bersama beras.

Ketupat yang dibuat dari daun kelapa muda juga akan lebih empuk dan memiliki daya tahan lebih lama. Pastikan anyaman janur cukup rapat agar beras tetap tertahan dengan baik di dalamnya.

2. Pilih Beras yang Berkualitas

Kualitas beras menjadi faktor utama dalam menentukan kelezatan ketupat. Pilihlah jenis beras yang pulen, seperti pandan wangi, Rojolele atau mentik spesial. Pastikan beras sudah terbebas dari gabah dan dicuci hingga air bilasannya jernih.

Sebelum dimasukkan ke dalam anyaman daun, rendam terlebih dahulu beras dalam air dingin selama 30 menit. Untuk mendapatkan tekstur yang lebih kenyal, tambahkan sedikit air kapur sirih. Anda juga bisa menambahkan daun pandan saat merendam beras agar menghasilkan aroma wangi yang alami.

3. Teknik Pengisian Beras

Jangan mengisi ketupat dengan beras hingga penuh. Takaran idealnya adalah sekitar 2/3 dari volume anyaman ketupat, atau jika beras tidak terlalu pulen, cukup isi 1/3 saja. Hal ini bertujuan agar beras dapat mengembang dengan sempurna dan menghasilkan ketupat yang pulen dan matang merata.

Setelah diisi, susun ketupat dalam panci berukuran besar. Rebus selama 2-3 jam sambil memantau jumlah air dalam panci. Jika air mulai menyusut, segera tambahkan agar ketupat matang dengan baik. Agar lebih praktis, Anda bisa menggunakan panci bertekanan atau pressure cooker agar ketupat cepat matang.

4. Siram Ketupat dengan Air Dingin

Setelah ketupat matang, segera angkat dan siram dengan air dingin. Cara ini membantu menghilangkan lendir pada janur serta membersihkan sisa kotoran dari air rebusan. Selanjutnya, tiriskan ketupat dengan meletakkannya di wadah bercelah atau menggantungkannya di tempat terbuka.

5. Gantung Ketupat

Salah satu metode efektif untuk membuat ketupat tetap awet adalah menggantungnya di tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Metode ini membantu mengeringkan sisa air pada ketupat, sehingga ketupat tidak mudah basi dan bisa bertahan hingga 2-3 hari. 

Jangan menyimpan ketupat dengan menumpuknya dalam wadah, karena dapat menyebabkan air mengendap, membuat ketupat lembap, dan lebih cepat basi.

6. Simpan di Kulkas

Selain itu, setelah didiamkan selama tiga hari pada suhu ruang, ketupat dapat disimpan di dalam kulkas untuk memperpanjang daya tahannya.

Ketupat bisa disimpan di chiller atau freezer dengan kondisi tertutup rapat agar tetap segar dan bertahan selama beberapa hari. Namun, pastikan ketupat sudah benar-benar kering sebelum disimpan agar kualitasnya tetap terjaga.

7. Hangatkan Seperlunya

Setelah disimpan di kulkas, ketupat dapat dihangatkan dengan cara dikukus selama sekitar 30 menit sebelum disajikan.

Metode ini membantu mengembalikan tekstur ketupat agar kembali lembut. Sebaiknya, ketupat yang telah dikukus segera dikonsumsi, karena tidak akan bertahan lama. Oleh karena itu, pastikan hanya mengukus sesuai kebutuhan.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah menyimpan ketupat dalam rice cooker selama beberapa menit sebelum disajikan. Metode ini praktis dan efektif untuk menjaga ketupat tetap hangat tanpa mengubah teksturnya. Namun, hindari menghangatkannya terlalu lama agar kualitas ketupat tetap terjaga.